Jenis Wayang : Wayang Sang Dalang Wayang INA

0 72

Seharusnya ini kan tidak terjadi. Para penari itu tidak menyelesaikan tariannya. Oleh sebab sebab yang tak bisa dimengerti. Padahal gamelannya terus mengalun. Para penonton juga masih setia berduyun duyun. Ujar hati sang dalang sambil terus berupaya menggerak gerakkan wayangnya di panggung dari tubuh pisang mati. Wayang wayang itu sebetulnya ingin berteriak. Bertukar peran sekali saja  Biarkan kejahatan menguasai dunia sebentar saja.  Kami ingin tahu apakah manusia masih berpaling dariNYA.

Sang dalang batinnya tersentak. Bukan tugasnya untuk mengganti ganti peran. Kisah ini sudah lama berpakem begini. Tidak bisa berganti hanya karena teriakan wayang berotak mati. Sang Dalang memberi isyarat para niaga. Percepat irama kendangnya. Wayang wayang ini mulai berulah. Semua bisa menjadi salah kaprah. Aku tidak ingin para penonton menyumpah nyumpah. Aku akan tancapkan semua wayangnya. Lalu hentikan semua perbincangannya.

Aku adalah dalang. Tak selayaknya mereka mempertanyakan peran. Suara kendang menimpali sinden yang sedari tadi berdiam. Menunggu perintah dalang yang sepertinya lupa kepadanya. Apakah karena dia sekedar pelengkap saja. Atau barangkali karena dia tak lagi ranum dan muda. Tembangnya mengambang sejenak di udara. Kemudian berangkat membawa serta. Jiwa jiwa yang seringkali lupa pada kodratnya.

Source kompasiana.com kompasiana.com/mim/5937022eb5937344348231ab/wayang-sang-dalang
Comments
Loading...