Jenis Wayang : Wayang Thengul, Harus Kembali ke Kita

0 154

Wayang thengul yang merupakan kesenian asli Bojonegoro diharapkan tidak meninggalkan ciri khasnya agar kesenian ini betul-betul menjadi ikon daerah, asset lokal atau local genius. Wayang thengul harus kembali ke khittah. Hal inilah yang menjadi landasan program Revitalisasi Wayang Thengul yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro selama 3 (tiga) hari berupa workshop sehari di kantor Disbudpar Bojonegoro (13/4) dan pergelaran 10 (sepuluh) dalang wayang thengul di objek wisata Kayangan Api desa Ngasem selama dua hari.

Drs. FY Darmono Saputro, MSi, staf pengajar karawitan di Sekolah Tinggi Keenan Wilwatikta (STKW) Surabaya yang salah satu pemateri workshop mengatakan bahwa kebanyakan dalang wayang thengul cenderung membawakan gending-gending gaya Jawa Tengah sehingga tak ada bedanya dengan pergelaran wayang kulit. Hal yang senada dikemukakan oleh pemateri lainnya, Suyanto SPd, budayawan setempat, bahwasanya wayang thengul memiliki ciri tersendiri, baik bentuk wayang, struktur sajian, babon cerita serta iringannya.

Peserta workshop terdiri dari 10 dalang, 10 sinden dan 20 pengrawit, yang kesemuanya secara bergantian menggelar pertunjukan selama dua hari berturut-turut. Pada hari pertama, Sabtu, dimulai sejak pukul 13.00 hingga berakhir tengah malam menampilkan 5 (lima) dalang. Mereka adalah, secara berurutan, Ki Sumardji “Deglek”, Ki Parwito, Ki Ponidi, Ki Suntoro, dan Ki Sutopo. Sedangkan pergelaran hari Minggu berlangsung sejak pagi hari pukul 08.30 hingga pukul 16.30.

Source brangwetan.com brangwetan.com/2018/04/16/wayang-thengul-kembali-ke-khittah
Comments
Loading...