Jenis Wayang : Wayang Timplong, Wayang Khas Nganjuk

0 306

Wayang Timplong yang merupakan kesenian wayang Khas Nganjuk nasibnya kini sangat memprihatinkan. Jenis kesenian ini yang dahulu pernah berjaya, kini hampir tenggelam dan kurang dikenal. Kini wayang timplong tinggal memiliki 3 dalang yang semuanya bertempat tinggal di Desa Jetis Kecamatan Pace. Pada saat-saat jayanya dahulu tiap bulannya bisa pentas 5 – 8 kali, namun kini sudah sangat jarang ditanggap orang. Umumnya peminat jenis kesenian ini sebagian besar masyarakat pedesaan yang menggunakannya untuk acara-acara Nyadranan/bersih desa, murwatan, melepas nadar dan acara di tempat keramat tertentu.

Menurut penuturan Pak Tawar (dalang wayang timplong tertua) bahwa wayang timplong yang berada di Desa Jetis ini diciptakan oleh Mbah Boncol, yang sekaligus sebagai dalangnya. Profesi Mbah Boncol ini kemudian dilanjutkan oleh anak cucu- nya secara turun temurun dan kini sudah sampai pada generasi yang ke lima, yaitu Pak Tawar yang kini berusia 76 tahun. Ide cerita wayang ini banyak berkisar pada kerajaan Kediri, Jenggala Majapahit, babad Tanah Jawi serta berasal dari legenda yang ada pada tempat-tempat tertentu.

Hal demikian mengakibatkan lakon/cerita wayang Timplong menjadi terbatas dan lebih sedikit jika dibandingkan dengan perbendaharaan lakon wayang kulit. Berdasarkan hasil kumpulan pakem wayang kulit yang disusun KGPA Mangkunegoro VII, lakon wayang kulit Solo berjumlah 157 lakon, sedangkan wayang Timplong menurut penuturan Pak Tawar berjumlah 24.

Source barakuda14.blogspot.com barakuda14.blogspot.com/2015/05/wayang-timplong-nganjuk-yang-mulai.html
Comments
Loading...