Jenis Wayang : Wayang Wahyu Masih Asing di INA

0 41

Bicara tentang seni pewayangan, arah pikiran kita tentu pada seni wayang kulit, wayang wong, dan wayang golek. Padahal seni pewayangan di negeri ini cukup banyak. Di antaranya wayang beber dan wayang klithik. Namun karena pelaku dan penggemarnya tak terlalu banyak maka boleh dikatakan seni pewayangan ini sulit berkembang bahkan sekedar untuk bertahan hidup. Termasuk di antaranya adalah Wayang Wahyu yang usianya belum satu abad atau baru sekitar 60 tahunan.

Jadi masih cukup asing bagi telinga kaum awam pewayangan. Wayang Wahyu adalah seni wayang yang kisah-kisahnya diambil dari Alkitab (Perjanjian Lama dan Baru). Wayang ini dikenalkan pada masyarakat umum pada awal 60an oleh Rm. T. Subroto O.Carm yang berkarya di perkampungan kumuh tempat penampungan para tunawisma di Kelurahan Sukun Malang. Wilayah ini sekarang menjadi sebuah perkampungan padat namun tertata cukup rapi dan dikenal sebagai Gempol Marga Bhakti.

Wayang Wahyu diciptakan sebagai sarana pengenalan, penghayatan, dan pengamalan ajaran-ajaran Allah sejak Adam dan Hawa hingga masa sesudah kebangkitan Kristus yang bermuara pada hukum cinta kasih. Cinta kasih kepada Allah yang diwujudkan dalam tindakan cintakasih mutlak kepada sesama dan lingkungan atau alam yang diciptakan dalam keadaan baik demi kebahagiaan manusia.

Source kompasiana.com kompasiana.com/aremangadas/562793f98023bd4f0a0cca7a/wayang-wahyu-masih-asing-di-telinga-masyarakat
Comments
Loading...