Jenis Wayang : Wayang-wayang Khas Kerajaan DIY

0 20

Wayang yang dari dulu dihidupkan oleh masyarakat Jawa, terus mengalami perkembangan terutama pada masa Kerajaan Yogyakarta. Seiring berjalannya waktu lambat laun wayang mengalami pergeseran fungsi menjadi sebuah petunjukan seni klasik tradisional, lebih dari itu, wayang juga dijadikan sebagai pendidikan dan mass media, serta sumber ilmu pengetahuan sastra-budaya. Pada 1755, pangeran Mangkubumi menjadi raja di Yogyakarta (1755-1792) dengan gelar Sri Sultan Hamengku Bhuwana, ia telah memiliki dalang-dalang sendiri yang setia mengikutinya, seperti Cerma Ganda alias dalang Kandangwesi di dampingi oleh anaknya Paku Waja, yang kemudian mereka menjadi pionir pedalangan gaya diy.

Dunia perwayangan dan perdalangan di Kerajaan Yogyakarta terus berkembang sampai pada tahta Sri Sultan Hamengku Bhuwana V (1822-1855) memerintahka Mangkubumi yang merupakan cucu Hamengku Bhawana untuk menulis Kitab lakon wayang gaya Yogyakarta yang disebut dengan kitab Purwakanda, Kitab Purwakanda ini kemudian menjadi pakem dan babon lakon wayang gaya DIY. Perkembangan wayang di Kerajaan Yogyakarta juga menciptakan berbagai macam karakter wayang yang khas, antara lain, Wayang Kuluk, Wayang Cunduk, Wayang Tapen, Wayang Lokapala, Wayang Panji, Wayang Madya, dan masih banyak lagi. Sebagai wujud apresiasi dengan tujuan lebih melerstarikan kesenian klasik tradisional ini, pada 27 Juli 1925 Sri Sultan Hamengku Bhuwana VIII mendirikan sekolah dalang yang bernama

Habiranda

di bawah pimpinan B.P.H Suryadiningrat dan K.R.T Jayadipama.

Source Kumparan kumparan.com/potongan-nostalgia/wayang-wayang-khas-kerajaan-yogyakarta
Comments
Loading...