Jenis Wayang : Wayang Wong Yogyakarta, Drama

0 399

Wayang Wong Yogyakarta yang diciptakan oleh Hamengku Bhuwana I (1755 – 1792) merupakan dramatari penuh dengan karakteristik. Visualisasi karakter dituangkan dalam bentuk ragawi penari, tata busana, tata rias serta gerak. Pengekspresian gerak dari tokoh-tokoh wayang untuk peran kera, raksasa dalam pentas Ramayana dan Mahabharata dilengkapi pula dengan pemakaian topeng, sedangkan untuk wanita serta peran satria tidak menggunakan topeng.

Dalam topeng Jawa, kita jumpai dua macam jenis topeng untuk pementasan Ramayana versi Yogyakarta, yaitu jenis raksasa dan jenis kera. Begitu juga topeng untuk pementasan cerita Panji antara lain jenis Klana, Panji dan Panakawan. Wayang Wong Yogyakarta dinyatakan melambangkan nilai-nilai istana yang ia ciptakan. Dalam tulisan ini, kita hendak membahas seluk-beluk Wayang Wong Yogyakarta tersebut. Tampaknya, diciptakannya Wayang Wong tidak sekedar untuk menambah kasanah warisan budaya lokal, melainkan lebih dari itu, juga mengandung nilai falsafah yang tinggi dan merupakan suatu bentuk upaya pelegitimasian kekuasaan sultan atas Yogyakarta.

Wayang Wong di Mata MasyarakatBagi masyarakat Yogyakarta, Wayang Wong adalah bentuk kesenian kraton yang sangat istimewa. Wayang wong merupakan sebuah genre tari yang bisa dikategorikan sebagai suatu pertunjukan total yang di dalamnya tercakup seni tari, seni drama, seni sastra, seni musik, dan seni rupa. Karena itu, amat jelas terlihat bahwa Wayang Wong merupakan produk kesenian yang elit.

Source bukusekolahdigital.com bsd.pendidikan.id/data/SMK_10/Pedalangan_Jilid_1_Kelas_10_Supriyono_dkk_2008.pdf
Comments
Loading...