Kayon Wayang : Kayon Bali, Gunungan yang Mengingatkan

0 356
Kayon adalah gunungan yang mengingatkan kita pada tari Sivanataraja dalam menciptakan alam semesta. 

Pada bagian belakang ulon pada motif hias padmasana terdapat motif patrapunggel yang dikomposisikan menyerupai bentuk “gunungan” (kayonan).

Dalam seni pewayangan, kata kayon juga berkonotasi dengan gunungan yang disebutkan melambangkan semua kehidupan yang terdapat di dalam jagad raya yang mengalami tiga tingkatan yakni:
  1. Tanam tuwuh (pepohonan) yang terdapat di dalam gunungan, yang orang mengartikan pohon Kalpataru, yang mempunyai makna pohon hidup.
  2. Lukisan hewan yang terdapat di dalam gunungan ini menggambarkan hewan – hewan.
  3. Kehidupan manusia yang dulu digambarkan pada kaca pintu gapura pada kayon, sekarang hanya dalam prolog dalang saja.
Makara yang terdapat dalam pohon Kalpataru dalam gunungan tersebut berarti Brahma mula, yang bermakna bahwa benih hidup dari Brahma. 

Lukisan bunga teratai yang terdapat pada umpak (pondasi tiang) gapura, mempunyai arti wadah (tempat) kehidupan dari Sang Hyang Wisnu, yakni tempat pertumbuhan hidup.

Berkumpulnya Brahma mula dengan Padma mula kemudian menjadi satu dengan empat unsur, yaitu :
  • Sarinya api yang dilukiskan sebagai halilintar;
  • Sarinya bumi yang dilukiskan dengan tanah di bawah gapura;
  • Dan sarinya air yang digambarkan dengan atap gapura yang menggambarkan air berombak.
Gunungan atau kayon ini juga merupakan lambang alam bagi wayang, menurut kepercayaan Hindu, secara makrokosmos gunungan.
Source sejarahharirayahindu.blogspot.com sejarahharirayahindu.blogspot.com/2012/12/kayon.html
Comments
Loading...