Kendaraan Wayang : Bandhang Angin, Kereta Astina

0 182

Bandhang Angin adalah kereta kencana kerajaan Astina milik Duryudana. Sebelumnya pernah digunakan oleh ayahnya, Destrarastra yang dikusiri oleh Adirata, ayah angkat Karna. Anjingnya yang sangat setia. Hatinya sedih tak terperikan lalu ia berdoa:

Duh Maha Agung, terimalah adik-adik hamba menghadap -Mu. Meski mati membawa dosa, tetapi mereka pun banyak berbuat amal kebaikan semasa hidupnya. Karena itu ampunilah dosanya, berilah mereka tempat yang layak sesuai dengan amal perbuatannya

Kemudian ia berkata kepada anjingnya:

Anjingku yang setia, engkau telah menjadi saksi atas kepergian adik-adikku. Tak lama lagi mungkin giliranku. Tapi aku sangat sedih karena kau harus menyendiri. Padahal selama ini engkau begitu setia menyertaiku

Baru saja Yudhistira hendak beranjak, tiba-tiba di angkasa terdengar suara mengguruh ternyata Hyang Indra datang dengan kereta kencana tiba di hadapan Yudhsitra seraya bersabda:

Ya Yudhistira, janganlah engkau bersedih atas kematian adik-adik dan istrimu. Mati telah menjadi bagian setiap manusia. Sekarang naiklah ke atas kereta, engkau akan kubawa ke swarga tanpa harus meninggalkan jasadmu sebagai penghargaan atas keutamaanmu

Yudhistira :

Ya sang Pikulun, hamba sangat bersykur mendapat anugerah yang tak terhingga besarnya. Hanya ada satu permintaan sebelum paduka membawa hamba

“katakan apa yang kau minta?” tanya Indra.

Hamba mohon supaya anjing ini diperkenankan turut serta naik ke swarga

Pintanya.

Source facebook.com/wayangheritage facebook.com/wayangheritage/photos/a.923390071049073.1073741827.923388207715926/958540670867346/?type=3&theater
Comments
Loading...