Kreator Wayang : Toni Harsono (Tok Hok Lay), Maecenas

0 205

Maecenas yang kurang lebih artinya orang derma, peduli dan mengayomi seni dan seniman. Kira-kira begitulah julukan yang pantas bagi seorang Toni Harsono alias Tok Hok Lay. Bukan apa. Berkat kerja keras dan kepeduliannya, kesenian wayang potehi Indonesia bisa bangkit lagi setelah sekian lama mati suri. Sehari-hari, pria ini merupakan ketua Klenteng Hong San Kiong, Gudo-Jombang sekaligus ketua Paguyuban Seniman Potehi Fu He An. Toni berasal dari keluarga dalang wayang potehi.

Ayah dan kakeknya adalah seorang se hu (dalang) wayang potehi. Makanya sejak kecil dia sudah terlatih mencintai potehi. Toni juga sering secara diam-diam mencontoh ayah dan teman-teman ayahnya dalam membuat boneka potehi. Bahkan ketika pertunjukan wayang potehi berakhir untuk sebuah musim pertunjukan, Toni selalu sedih dan jatuh sakit. Karena takut akan rasa kehilangannya, sejak kelas 6 SD ia memutuskan tidak mau menonton pertunjukan wayang potehi lagi.

Kehidupan yang sangat susah dari seniman Potehi membuat ayahnya memberikan wejangan agar Toni tidak menjadi se hu potehi seperti ayahnya. Itulah wejangan yang diberikan ayahnya sebelum meninggal kepada Toni yang pada waktu itu berusia 13 tahun. Tapi kini, Toni Harsono yang sudah menjadi seorang pengusaha emas ternyata kembali bersemangat mengembalikan kejayaan wayang potehi. Toni mulai menghidupkan kembali paguyuban seniman Potehi Fu He An yang pernah didirikan.

Source indochinatown.com indochinatown.com/tokoh/toni-harsono-peduli-dan-setia-merawat-wayang-potehi/2155
Comments
Loading...