Ksatrian Wayang : Kayangan Suralaya, Mirip Bumi

0 33

Setelah beberapa tahun hidup di Kerajaan Saptapertala. Sanghyang Wenang di karuniai dua orang cucu berwujud naga kembar, yang dinamainya Anantaswara dan Anantadewa. Hasil dari pernikahan putrinya Dewi Suyati dan Naga Ananta Wisesa.Sewaktu ketika, Prabu Hari mertua Sanghyang Wenang, yang dikira telah tewas dalam bencana dahsyat beberapa tahun silam. Muncul dan mengunjungi Saptapertala. Prabu Hari datang untuk mengabarkan bahwa Nabi Sulaeman telah wafat dua tahun silam, karena usia tua.

Mendengar itu, Sanghyang Wenang dan keluarganya muncul kembali ke dunia, ke permukaan bumi. Setelah mendapat izin dari orang tuanya, Sanghyang Tunggal melesat kembali menuju Kayangan Keling, untuk menempati tahta yang sudah lama ia tinggalkan. Betapa terkejutnya Sanghyang Wenang ketika ia kembali ke Pulau Malwadewa, yang telah dataran yang amat berbeda. Pulau Malwadewa telah menjadi sebaran pulau-pulau kecil. Menjadi puing-puing tak terurus.

Dan Gunung Tunggal? Sudah tak ada yang namanya Gunung Tunggal. Gunung Tunggal kini berganti menjadi sebuah telaga, yang dikelilingi karpet hijau padang savana nan luas. Sanghyang Wenang pun pergi ke tempat lain. Untuk mencari tempat bermukim yang baru. Tersebutlah sebuah pegunungan di Jazirah Hindustan, yang bernama Pegunungan Himalaya. Dengan puncak tertingginya Gunung Tengguru, terpililih sebagai tempat bermukim yang ideal bagi keluarga Sanghyang Wenang.

Source Kompas kompasiana.com/jannuary/5a115d1363b24808226d9122/cerita-wayang-series-wayang-saga-series-episode-10
Comments
Loading...