Lakon Manikmaya : Cerita Mengenai Manik dan Ismaya

0 554
Cerita Mengenai Manik dan Ismaya

Versi ini menyebutkan bahwa alam semesta muncul sebagai sesuatu yang tercipta sekaligus. Diceritakan bahwa sebutir telur yang dipegang Sang Hyang Wenang menetas dengan sendirinya dan tampaklah langit, bumi dan cahaya (teja), serta dua makhluk anthroporphis, Manik dan Maya. Kalau versi pertama dan kedua dibandingkan ada persamaannya. Ismaya dari versi pertama dan Maya dari versi kedua, terjadi dari putih telur dan keduanya memelihara bumi.

Manikmaya atau Manik merupakan transformasi dari kuning telur dan keduanya menjadi raja para dewa di Surga. dalam kedua versi itu Manikmaya dan Manik menjadi Bathara Guru yang keturunannya tersebar di surga dan di bumi, sedangkan Ismaya dan Maya dinamakan Semar dan dijadikan pelindung bumi. Namun ada juga yang berasal dari beberapa kitab seperti berikut ini :

  • Dalam naskah Serat Kanda dikisahkan, penguasa kahyangan bernama Sanghyang Nurrasa memiliki dua orang putra bernama Sanghyang Tunggal dan Sanghyang Wenang. Karena Sanghyang Tunggal berwajah  jelek, maka takhta kahyangan pun diwariskan kepada Sanghyang Wenang. Dari Sanghyang Wenang kemudian diwariskan kepada putranya yang bernama Batara Guru. Sanghyang Tunggal kemudian menjadi pengasuh.
  • Dalam naskah Paramayoga dikisahkan, Sanghyang Tunggal adalah anak dari Sanghyang Wenang. Sanghyang Tunggal kemudian menikah dengan Dewi Rakti, seorang putri raja jin kepiting bernama Sanghyang Yuyut. Dari perkawinan itu lahir sebutir mustika berwujud telur yang kemudian berubah menjadi dua orang pria.
  • Dalam naskah Purwakanda dikisahkan, Sanghyang Tunggal memiliki empat orang putra bernama Batara Puguh, Batara Punggung, Batara Manan dan Batara Samba. Suatu hari terdengar kabar bahwa takhta kahyangan akan diwariskan kepada Samba. Hal ini membuat ketiga kakaknya merasa iri. Samba pun diculik dan disiksa hendak dibunuh.
  • Dalam naskah Purwacarita dikisahkan, Sang Hyang Tunggal menikah dengan Dewi Rekatawati putra Sanghyang Rekatatama. Dari perkawinan itu lahir sebutir telur yang bercahaya. Sang Hyang Tunggal dengan perasaan kesal membanting telur itu sehingga pecah menjadi tiga bagian, yaitu cangkang, putih dan kuning telur.
Source My Wayang Visit Java Cs
Comments
Loading...