Lakon Pewayangan : Abimanyu Gugur, Sumpah Palsu

0 182

Tidak kurang akal, Kresna mengubah wujudnya menjadi seekor lalat yang mengganggu Bagawan Sempani yang sedang berdzikir. Lalat tersebut hinggap dibibir Bagawan Sempani, sebentar terbang hinggap di mata sebentar hinggap di bibir kanan Bagawan Sempani, ketika dipukul pakai tangan lalat tersebut hinggap di pelipis. Pada saat dzikir Bagawan Sempani selalu mengucapkan kata-kata Anakku Jayajatra hidup, hidup, hidup”Tiba-tiba lalat hinggap dipupu Bagawan Sempani, sejenak dzikir Bagawan Sempani terdiam sebentar, kemudian dengan mengambil ancang-ancang Bagawan Sempani memukul lalat tersebut dengan tangannya “mati, mati, mati kamu”.

Seketika lalat berubah wujud menjadi Kresna dengan berkata: Bagawan Sempani anakmu Jayajatra mati”. Ditempat yang terpisah Arjuna sudah bergerilya mengintip persembunyian Jayajatra di Gedong Wojo. Jayajatra berusaha membuka jendela untuk mengetahui apa benar Arjuna mati obong. Pada waktu Jayajatra membuka jendela secepat kilat melesat panah Arjuna tepat mengenai leher Jayajatra bersamaan dengan Dzikir Bagawan Sempani berucap mati, mati, mati,… maka tewaslah Jayajatra dan lunaslah sumpah Arjuna.

Ternyata hari belum malam, setelah mendung hilang matahari tampak bersinar ikut menyaksikan tewasnya sang angkara murka Jayajatra. Gugurnya Abimanyu dalam perang Baratayuda dalam khasanah budaya jawa akibat sumpah palsu yang pernah ia lontarkan kepada Utari sebagai pembelajaran:

Ngunduh wohing pakarti, sing nandur kabecikan ngunduh kabecikan sing nandur ala bakale cilaka

Source Wayangku Wayang Heritage
Comments
Loading...