Lakon Pewayangan : Adipati Karna Gugur, Dipanah

0 684

Naga membalas Arjuna, sebab ibunya terbunuh karena terbakar waktu hutan Kandawa dibakar oleh Arjuna. Naga berubah wama menjadi panah yang dipakai Karna untuk melawan Arjuna itu. Waktu Prabu Salya mengetahui bahwa panah Karna sebenarnya ular naga sakti, Salya segera menggerakkan keretanya, sehingga panah yang dilepaskan Karna meleset, tidak mengenai sasaran, yang kena hanya jamangnya, pemberian dari Hyang Indra. Panah yang sebenarnya perubahan dari ular naga itu kembali minta kepada Karna untuk dipanahkan (dilepaskan) tetapi Karna menolaknya, sebab kenyataannya tidak dapat membunuh Arjuna.

Kemudian ular naga menyerang Arjuna dengan tidak berganti rupa, akhirnya ular naga dapat dibunuh Arjuna. Arjuna kembali berhadapan dengan Karna, hanya roda kereta Karna terperosok ke dalam tanah. Ini terjadi karena Karna mendapatkan sumpahnya seorang Brahmana yang anak lembunya dibunuh Karna. Karna akan mengangkat roda keretanya namun, dihujani panah oleh Arjuna. Karna dengan berteriak minta agar tidak diserang sebelum rodanya terangkat.

Sesuai dengan watak seorang ksatria, Sri Batara Kresna menjawab bahwa ucapan seperti itu tidak ada gunanya, karena Karna sendiri tidak menjalankan keutamaan. Adipati Karna lalu menyerang Arjuna dengan panah dari atas kereta dengan penuh segala kekuatan, sampai Arjuna mundur. Ketika Karna turun dari keretanya lagi akan mengangkat roda keretanya, Arjuna melepaskan panah lagi, mengenai sasarannya, Karna gugur. 

Source bsd.pendidikan.id bsd.pendidikan.id/data/2013/kelas_10smk/Kelas_10_SMK_Pengetahuan_Pedalangan_2.pdf
Comments
Loading...