Lakon Pewayangan : Airlangga Sumbaga Wiratama

0 236

Lakon ‘Airlangga Sumbaga Wiratama,’ Sri Teddy Rusdi menegaskan, cerita ini sangat relevan dengan konteks kekinian. Kerajaan Kahuripan yang dipimpin Raja Airlangga menganut sistem ekonomi terbuka dengan perdagangan bebas. Airlangga dikenal sebagai sang pembaharu pada masanya, karena kecemerlangan pemikirannya di bidang politik, kemaritiman, ekonomi, pertanian, sosial budaya, dan keagamaan. “Kepemimpinannya dikenal secara luas dan disegani hingga ke Asia Tenggara,” ujarnya.

Pusat kerajaan Kahuripan diletakkan di aliran sungai Bengawan Solo dan Kali Brantas yang menjadi sumber kesuburan  wilayah Kahuripan. Kahuripan kemudian membangun pelabuhan-pelabuhan besar dan kapal-kapal yang berlayar hingga ke Madagaskar. Namun di saat masa kejayaan tersebut, justru Airlangga mengundurkan diri sebagai Raja. Beliau memilih menjadi Resi (guru kehidupan) dengan gelar Aji Paduka Mpunku Sang Pinaka Chatra nin Bhuwana.

“Inilah salah satu yang mendasari saya berinisiatif menuliskan naskah Airlangga yang saya tuangkan dalam cerita pewayangan. Dari usaha ini diharapkan kita dapat menggali dan mengeskplorasi narasi besar kebudayaan bangsa Indonesia sebagai maha karya warisan sejarah dunia,” ujar Sri Teddy Rusdi. ‘Airlangga Sumbaga Wiratama’ selanjutnya akan dipentaskan dalam bentuk pakeliran Wayang Kulit semalam suntuk, yang mengangkat kebesaran Airlangga sebagai raja yang dikagumi dan disegani, serta berwibawa pada masanya. Dr. Sri Teddy Rusdi, menyelesaikan gelar doktoral bidang ilmu Filsafat di Fakultas Filsafat Universitas Gajah Mada.

Source republika.co.id republika.co.id/berita/komunitas/aksi-komunitas/16/09/29/oe8jrg280-wayang-orang-airlangga-sumbaga-wiratama-sukses-pukau-penonton
Comments
Loading...