Lakon Pewayangan : Antara Hidup dan Mati Ekalaya

0 238

Kedatangan Durna di tengah-tengah mereka memaksa pertikaian antara Harjuna dan Ekalaya berhenti sementara.

Aku dapat merasakan apa yang kalian rasakan. Sebagai seorang ksatria, perang tanding merupakan cara penyelesaian pamungkas yang terbaik. Kecuali jika salah satu di antara kalian mau mengalah atau mengaku kalah sebelum bertanding. Itu pun tidak mungkin kalian lakukan. Pasti! Karena aku tahu watak keduanya. Maka jangan salah sangka jika aku melarang kalian ber perang tanding. Silakan berperang tanding, asalkan jelas alasannya

“Ampun Bapa Guru, orang ini telah membunuh anjing pelacakku.”

Ampun Sang Maha Resi, aku telah meminta maaf

“Bagus! Sisi lain dari seorang ksatria adalah mau mengakui kesalahannya.”

Bagaimana dengan pihak yang tidak melakukan kesalahan, tetapi pihak yang dirugikan?

“Itu tergantung orangnya. Jika yang dirugikan seorang Brahmana tentunya ia akan memaafkan, karena yang bersangkutan telah mengakui kesalahannya. Jika yang dirugikan seorang raja, ia akan memberi ampun tetapi bersyarat. Syaratnya bisa hukuman, denda atau yang lain. Jika yang dirugikan adalah seorang Ksatria, ia dapat memilih di antara keduanya, seperti raja atau seperti brahmana.”

Ampun Bapa Guru, bolehkah saya tidak memilih di antara keduanya?

“Boleh! Boleh! Apa yang kau pilih Harjuna?”

Cara Ksatria sejati. Perang tanding!

“Bagaimana Ekalaya?”

Perang tanding untuk apa? jika untuk anjing yang mati aku enggan

Source kaskus.co.id kaskus.co.id/thread/000000000000000008509235/lakon-kumpulan-cerita-wayang/4
Comments
Loading...