Lakon Pewayangan : Arjuna & Bima Jauh Yudistira

0 289

Arjuna dan Bima jauh dari Yudistira. Ini memaksa Abimanyu dengan gagah berani turun ke gelanggang pertempuran. Namun, Abimanyu terkalahkan dan tewas. Arjuna memburu, tetapi tidak keburu. Abimanyu tewas. Arjuna menyesal, tetapi terlambat. Iringan gamelan menggema. Layar tertutup. Pementasan dengan durasi sekitar 2 jam pun berakhir. Ki Nanang Hape mengatakan, pementasan “Abimanyu Mandira Sungsang” oleh Wayang Kautaman ini untuk yang ketiga kali.

Pementasan pertama “Yudakala Tresna” (2015) dan kedua “Sotya Gandhewa” (2016). Pementasan “Abimanyu Mandira Sungsang” menyajikan permasalahan yang kontekstual. Seorang ayah yang memiliki capaian puncak kerap dihadapkan pada permasalahan anak yang tidak sejalan dengan pikiran dan rencana-rencananya. Konteks ini berlaku secara umum.

Seorang seniman pun demikian. Ia tentu mempunyai pikiran-pikiran yang ingin diikuti anaknya

kata Blacius Subono, penata musik pementasan ini. Ayah yang cemerlang dalam kariernya tak jarang memaksakan pikiran dan keinginannya terhadap sang anak. Rupanya, itulah pesan meruang di Jakarta pada masa kekinian.

Pesan ini sangat relevan dengan kondisi Jakarta akhir-akhir ini. Ini satire. Namun, naskah ini tidak dibuat untuk itu

kata Nanang.

Source Kompas kompas.id/baca/hiburan/2017/04/08/wayang-orang-mencoba-meruang
Comments
Loading...