Lakon Pewayangan : Asal Mula Semar, Togog, Guru

0 125

Konon, di puncak Gunung Mahameru yang berdekatan dengan Kawah Candradimuka, adalah tempat tinggal Sang Hyang Tunggal beserta istrinya yang bernama Dewi Rekatawati. Tempat tinggal dimana Sang Hyang Tunggal tinggal dan bertahta ini dikenal dengan nama Kahyangan Jonggring Salaka. Pada saat itu, Sang Hyang Tunggal dan isterinya sedang berbahagia karena sebentar lagi mereka berdua akan segera memperoleh keturunan. Kebahagiaan ini membuat seluruh wilayah Kahyangan Jongring Salaka menjadi sejuk dan cerah.

Kawah Candradimuka pun tidak bergolak, seakan-akan ikut merasakan kebahagiaan mereka. Namun, rupanya kebahagiaan mereka harus tertunda karena Dewi Rekatawati ternyata tidak melahirkan sesosok bayi dewa, melainkan sebutir telur yang besarnya seukuran kelapa. Betapa sedih hati mereka berdua mengalami peristiwa itu. Dengan membawa butir telur yang semakin membesar, Sang Hyang Tunggal bersama Dewi Rekatawati kemudian pergi menghadap Sang Hyang Wenang, ayahanda Sang Hyang Tunggal.

Dihadapan sang ayahandanya, Sang Hyang tunggal menceritakan semua kejadian yang dialaminya bersama sang istri, dan juga menunjukkan telur yang dilahirkan dari istrinya. Dengan bantuan Sang Hyang Wenang, akhirnya telur itu dapat berubah menjadi tiga bayi dewa. Dari kulit telur itu berubah menjadi seorang bayi yang kemudian diberi nama Hyang Antaga. Sementara itu dari putih telur juga berubah menjadi seorang bayi yang kemudian diberi nama Hyang Ismaya. Yang terakhir.

Source Kompas kompasiana.com/jatikumoro/5741c988a723bd9a2a1831bf/lombapk-cerita-wayang-asal-mula-semar-togog-dan-bathara-guru#
Comments
Loading...