Lakon Pewayangan : Balada Wayang Petruk Dadi Ratu

0 99

Naik menuju podium tempatku bersembunyi, menyulih suarakan wayang-wayangku. Aku usap kedebong pisang yang melintang menutupi pandanganku, masih basah dan airnya masih menetes, ini pasti dari kebon pisang Kang Inin di Majalengka. Malam ini untuk menyambut Pemilihan Ketua KATAR (Karang Taruna) Desa Rangkat, aku akan membawakan lakon

Petruk dadi Ratu

Setelah koor pesinden berhenti kini tinggal aku memainkan dua gunungan (buat yg belum tau gunungan biasanya ukiran kulit berbentuk kerucut lancip bergambar sapi, macan, rumah joglo dijaga buto dan hutan lebat), setelah salah satunya tertancap, aku mulai mendandhanggulakan synopsis cerita yang akan aku bawakan. “OOooo…Al-Ardi Wal Gonjang,langit kelap-kelop…Bawono petheng dedhet, lir kadyo pethenging atineng manungso, Sewu Raton jumedol…sinareng tumukuleng tinanduran manungso witeng dunyo…waoh-wohane yaiku pahala lan doso… ”

Kocap Kacarita….Kitab Jamus Kalimasada, kitab rahasia turun temurun Klan Resi Satrukem yang kini disimpan oleh generasi ke tujuh yaitu Raja Negeri NKRA (Negeri Kesatuan Republik Amerta) Prabu Yudhistira, Raiiiiiibbb…tanpo krono…. Punokawan Gareng malah nyangkani ada orang deket Prabu Yudhistira yang jadi informan untuk Wikileaks, dan bakal dimuat di surat kabar seperti berita tentang Pak SBY, yang dimuat oleh Koran sahabat Aussi-nya. Nde Age’ & Sydney Morning Herald’.

Source Kompas kompasiana.com/siswoyo/55009c0e813311f51bfa77c5/balada-wayang-eps-8-petruk-dadi-ratu-katar-16#
Comments
Loading...