Lakon Pewayangan : Balada Wayangan, Dewa Ruci

0 72

Ngelmu iku… Kelakone kanti laku… Lekase klawan khas… Tegese khas nyantosani… Setyo budyo pangekese dur angkoro…
“mencari ilmu itu harus dengan usaha yang keras, mulainya dengan niat tekad yang kuat, Baiknya ilmu harus diamalkan, sulit mencarinya lebih sulit lagi mengamalkanya, sebab ilmu yang tidak diamalkan tidak lah berguna, dan kala waktuya ilmu bisa menyusahkan”

“Jika ingin memberi ilmu berikanlah dengan ikhlas, karena sejatinya ilmu itu ialah ilmu Kang Piningit/Ilmu keTuhanan, memberikanmu harga menjadikanmu berbudi daya, yang menjadi tangan-tangan kuasa penghancur angkara….” Demikianlah malam ini dengan disaksikan seluruh warga Desa Rangkat, dan hadirin yang sudah gempal di lapangan Desa Rangkat. Akan mempersembahkan lakon wayang kulit klasik “DEWA RUCI” peristiwa spektakuler bertemunya bima dengan Tuhan, diabadikan dalam Serat Dewa Ruci oleh Yasadipura I.

Bumi gonjang-ganjing…. Inilah wayang tulis di Kompasiana kala detik-detik menegangang radiasi di fukushima. Oooooo…… Al-ardhi wal gonjang-ganjing fi dunya wal akhirot, langit ON OFF, ON OFF,…. Kol jroning somay kadal kesit mirip nurdin… Oooo hong wilaheng…atos ndasmu gembus tahu…heeee….Ning..ning..ning..nong…nong…nong… Durna did you know this guy? Ya cerita Wayang kali ini berawal dari guru yang menurut Bagong majenun ini. Kala muda ia bernama Bambang Kombayana, Resi yang selalu dianalogikan sebagai guru yang licik karena ia mengajar ilmu kepada Yudhistira, Bima.

Source kompasiana.com kompasiana.com/siswoyo/55009eeea333113e0951007f/balada-wayang-episode-9-dewa-ruci#
Comments
Loading...