Lakon Pewayangan : Batara Kala Lahir, dari Kama Benih

0 227

Cupu itu jatuh, pecah menjelma menjadi seberkas cahaya indah berkemilau. Cahaya itu kemudian berubah wujud lagi menjadi tiga bidadari cantik, masing-masing bernama Dewi Widowati alias Tisnawati, Dewi Sri, dan Dewi Lokati alias Dewi Rumingrat. Walaupun mereka bertubuh tiga, tetapi berjiwa satu, yang kemudian disebut Hapsari Triwati. Suatu ketika, Batara Guru memeriksa keadaan alam raya, didampingi istrinya, Dewi Uma. Mereka mengendarai Lembu Andini.

Saat senja itu tiba-tiba Batara Guru menyaksikan betis istrinya, langsung timbul birahinya. Batara Guru mengajak istrinya berolah asmara di punggung Lembu Andini. Dewi Uma menolak, padahal saat itu nafsu birahi Batara Guru sudah hampir sampai pada puncaknya. Maka jatuhlah kama benih dewa itu ke permukaan samudra. Peristiwa ini menyebabkan mereka bertengkar hebat. Batara Guru mengutuk Dewi Uma menjadi raseksi (raksasa perempuan) dan diganti namanya dengan Durga, sedangkan Dewi Uma mengutuk suaminya sehingga bertaring.

Sementara itu kama benih Batara Guru yang jatuh di samudra menjelma menjadi makhluk ganas dan rakus, yang wujudnya mengerikan. Makhluk itu segera pergi ke kahyangan dan minta pada Batara Guru agar diakui sebagai anaknya. Tuntutan itu dipenuhi, dan makhluk itu diberi nama Batara Kala. Untuk mengurangi kerakusan Batara Kala, Batara Guru memotong taring anaknya dan dari dua taring itu diciptanya senjata ampuh: Kaladite dan Kalanadah.

Source tokohpewayanganjawa.blogspot.com tokohpewayanganjawa.blogspot.com/2014/06/batara-kala-lahir.html
Comments
Loading...