Lakon Pewayangan : Bima (Arya Werkudara) Kacep

0 203

Dewi Arimbi merasa kesal hatinya karena sudah lama suaminya, Arya Werkudara, belum kembali. Ia merencanakan akan mencarinya dengan Kalabendana. Adiknya menyarankan agar ditanyakan kepada Batara Guru, tentu Batara Guru mengetahui apakah ia masih hidup atau mati. Kalabendana menolak ketika disuruh menghadap Batara Guru sendirian, ia minta Dewi Arimbi ikut serta. Agar dapat segera sampai, maka Dewi Arimbi didukung oleh Kalabendana dan dibawa terbang.

Di kahyangan Tinjamaya Dewi Uma dihadap oleh Emban Suntul Kenyut: ia bermuran durja karena sedang jatuh cinta kepada satria Jodipati, Arya Werkudara. Ia bingung bagaimana jika hal itu samapai diketahui oleh Hyang Girinata. Meskipun demikian ia akan tetap mencarinya . Dalam pembicaraan dengan pelayannya diketahui bahwa Bima (Arya Werkudara) sedang tidak ada di Jodipati. Ia sedang bertapa dengan cara tidur di Pucang Sewu. Karenannya pelayannya menyarankan agar Dewi Uma menggoda Arya Werkudara.

Dewi Uma merasa lega, pelayannya tetap diminta ikut untuk menunjukkan jalan ke Pucang Sewu. Lalu keduanya berangkat dengan memperhatikan keempat penjuru angin dan pusatnya, demikian pula diperhatikan barangkali terlihat sinar (teja) yang berasal dari tubuh Bima. Ketika telah diketahui tempat pertapaan Bima, pelayanannya menyarankan agar dapat cepat sampai ke tujuan Dewi Uma akan didukung saja oleh Emban Suntul dan dibawanya terbang. Batara Guru dihadap oleh Kanekaputra.

Source Wayangku Wayang Indonesia
Comments
Loading...