Lakon Pewayangan : Bima Medamel (Bima Petani)

0 215

Batara Narada menerangkan bahwa hal itu akibat badan Bima, yang telah menerima perintah dari Dewaruci agar menjadi petani, tetapi sekarang tanamannya diganggu oleh hama. Batara Guru lalau memerintahkan Batara Lodra untuk membunuh Kalawintaka agar tidak menjadi penghalang bagi Bima. Batara Lodra menyanggupi dan ia diberi bekal besi Pulosanipidonya sebagai senjata untuk menghadapi Prabu Kalawintaka. Kemudian Batara Lodra minta diri.

Ketika Prabu Kalawintaka sampai di kahyangan Kuwandawaru ia temui oleh Batara Lodra yang tidak mengijinkannya untuk menghadap Batara Guru dan disuruhnya kembali ke dunia. Ia marah sekali, demikian pula Batara Lodra karena Prabu Kalawintaka menolak untuk kembali. Keduanya lalu berkelahi. Karena lama tidak ada yang kalah atau menang, Batara Lodra mengambil gada Pulasani dan dipukulkannya ke Prabu Kalawintaka. Seketika itu juga Prabu Kalawintaka rebah, namun tiba-tiba ia berubah menjadi papan dan kelihatan ia berada di dalamnya.

Batara Guru dan Batara Narada yang kemudian datang dan melihat hal tersebut mengatakan bahwa papan itu dinamakannya Tlawingan Busur dan dapat dipakai untuk menolak hama.Ia dijadikan tempat pusaka Bima yang berupa keris bernama Kyai Banteng yang terjadi dari keturunan Kalagumarang yang bernama Kalabuja,kakakPrabu Kalawintaka. Bila kedua senjata itu disatukan menyebabkan yang mempunyainya tenteram sehingga dalam mencari penghidupannya. Selanjutnya Batara Lodra diperintahkan memberikan pusaka kepada Bima.

Source Wayangku Wayang Indonesia
Comments
Loading...