Lakon Pewayangan : Bima Swarga (Werkudara Surga)

0 268

Nararya Werkudara telah berada di surga, di Padang Bunga ditemani oleh kedua pelayanannya Twalen dan Mredah. Ia ingin mengeluarkan ayahnya, Pandu, yang dimasukkan ke neraka Aweci dalam Bejana Tembaga Yang Berkepala Sapi oleh Batara Yama. Setelah Nararya Werkudara mengalahkan pasukan Kingkara yang diantaranya terdapat Suratma, Jogormanik, Dorakala dan Mahakala, – mereka adalah penjaga kerajaan Yama-, yang menyerang Wrekudara karena telah menyalahi janji.

Werkudara hanya diperkenankan mengeluarkan tiga roh, namun yang dikeluarkan adalah semua roh yang dineraka, karena ketika mencari roh Pandu hampir-hampir tidfak diketemukan, maka bejana itu isinya dituangkannya keluar, roh Pandu diketemukan didasar bejana. Menurut Werkudara mereka memang hanya merupakan tiga (macam) roh, yaitu laki-laki, wanita, dan banci. Setelah ia mengeluarkan tulang-tulang Pandu, tulang-tulang itu disembah oleh Kunti dan saudara-saudara Werkudara, demikian juga Werkudara yang ditipu oleh Nakula sehingga memberi sembah.

Pandu hidup lagi, dapat berjalan, namun tidak dapat berbicara. Kunti minta kepada Werkudara agar mencari air suci yang berada di tempat kedudukan Siwa, untuk menyucikan Pandu. Air suci itu dijaga oleh dewa-dewa, Penjaga Dunia Yang Empat dan Sembilan Penjaga Arah Mata-angin, dan terutama Dewa Ludra, dikitari oleh ular, hantu-kepala dan hantu-perut, sedangkan pintunya merupakan roda yang berputar. Citra Werkudara digambarkan oleh Twalen sebagai manusia kedua setelah Prama-Siwa, serupa Bayu.

Source Wayangku Wayang Indonesia
Comments
Loading...