Lakon Pewayangan : Bima Tulak, Pandawa Serta Gatutkaca

0 309

Para Pandawa disertai Gatutkaca sedang membicarakan rencana pembukaan hutan Suwelagiri untuk dijadikan sawah. Prabu Darmakusuma minta agar masing-masing Pandawa membuat sawah sesuai dengan perintah dewa-dewa, dan agar pembuatan sawah itu dapat diselesaikan dalam waktu satu hari. Tentang luasnya agar disesuaikan dengan kekuatan masing-masing; paling sedikit membuat tempat untuk pembibitan padi. Mereka semua berangkat ke hutan Suwelagiri.

Prabu Darmakusuma mengambil tempat di tengah, dengan mempergunakan Aji Amral pembuatan sawah itu cukup dengan ditengok (diinguk) saja, sehingga setelah jadi dinamakan Sawah Sak Inguk. Berganti Raden Werkodara maju akan membuat sawah, ia duduk lalu menerapkan Aji Jala Sengkara. Karena saktinya mantra itu hanya dengan menggerakan bahunya saja semua batu besar maupun pohon besar dapat disingkirkan dan jadilah sawah itu. Karenanya sawah Raden Werkodara dinamakan Sawah Sebahu.

Kemudian Raden Arjuna mengambil pinggir hutan. Ia duduk beralaskan daun-daunan, lalu merebahkan diri dan tiduran sambil berselimut (mujung). Dengan menerapkan Aji Sepi Angin ia mulai berdoa. Tidak lama kemudian sawah itu telah selesai, dan dinamakan Sawah Saejung. Raden Nakula ketika melihat ketiga kakaknya telah selesai membuat sawah, ia dengan tergesa-gesa ingin mengikuti jejak kakaknya. Agar cepat selesai tanah itu diludahinya (idu), maka jadilah sawah itu, dan dinamakan Sawah Saidu. Raden Sadewa demikian juga, karena terburu-buru ia siap.

Source tokohpewayanganjawa.blogspot.com tokohpewayanganjawa.blogspot.com/2014/07/bima-tulak.html
Comments
Loading...