Lakon Pewayangan : Bimasena (Mencari Bimasena)

0 312

Lakon Pewayangan Mencari Bimasena. Banyak orang tidak percaya Prabu Baka atau Prabu Dwaka telah gugur. Lalu siapa yang berani melawannya, bahkan sampai berhasil mengalahkan dan membunuhnya? Kalau ia manusia pastilah ia bukan manusia biasa, tetapi manusia keturunan dewa. Atau malah mungkin ia seorang dewa yang menyamar jadi manusia? Untuk memastikan kebenaran kabar itu, orang-orang berduyun-duyun menuju Padepokan Giripurwa. Sesampainya di Giripurwa orang banyak telah lebih dahulu berada di sana.

Kedatangnya mereka selain untuk memastikan kebenaran tentang gugurnya Raja pemakan manusia itu, mereka juga ingin melihat dari dekat kesatria yang telah berhasil membunuh Prabu Dwaka. Selama sepekan, terhitung sejak gugurnya Prabu Dwaka, pada setiap harinya padepokan Giripurwa dibanjiri oleh orang-orang dari berbagai penjuru negeri Ekacakra. Ekspresi kelegaan dan sukacita memancar dari wajah mereka. Bimasena mendapat ucapan terima kasih karena keberhasilannya menyingkirkan angkara murka yang menjadi sumber kecemasan dan ketakutan.

Setelah semua menjadi reda, suasana kembali normal, bahkan ketentraman dan kedamaian mulai dirasakan, Ibu Kunthi dan kelima anaknya berpamitan kepada resi Hijrapa, meninggalkan Giripurwa. Tidak lupa mereka juga berpamitan kepada Lurah Desa Kabayakan, Kyai Sagotra dan Rara Winihan, beserta seluruh warganya. Rasa haru meremas kalbu. Tak kuasa mereka menahan tetesan air mata dari bola-bola mata yang bening bersahaja. Sesungguhnya mereka mengharapkan Pandawa.

Source kaskus.co.id kaskus.co.id/thread/000000000000000008509235/lakon-kumpulan-cerita-wayang/19
Comments
Loading...