Lakon Pewayangan : Bisma Gugur, Andalan Telah Tiada

0 238

Bantal empuk bersarungkan kain sutra. Tapi Bisma menolak katanya,

Maaf, bantal ini terlalu bagus. Aku ingin bantal yang pantas buat seorang prajurit

Bisma melirik pada Arjuna. Arjuna mengerti apa yang diminta. Dengan mata berkaca -kaca Arjuna melepas tiga anak panah ketanah dan kepala Bisma direbahkan tersangga oleh anak panah itu seraya berkata,

Nah, beginilah pantasnya bantal seorang prajurit di medan laga. Jangan aku dipindah dari sini

pintanya.

Oh, aku haus, tolong berikan air

Tanpa pikir lagi Duryudana segera memerintahkan mengambil arak dan anggur. Pemberian itu kembali ditolak dan Bisma melirik Arjuna, dilepaskanlah anak panah ke tanah dibagian sisi kanan Bisma dan keluarlah air jernih memancar dari tanah dan jatuh persis di mulutnya dan dengan nikmatnya ia minum air itu. Sesaat kemudian Bisma berkata kepada Duryudana,

Wahai cucuku Duryudana, kepandaian Arjuna menandingi Dewa. Dalam segala hal ia tampak lebih menonjol. Karena itu dia bukan tandinganmu. Lebih baik berdamai, berikanlah sebelah negeri ini kepada Pandawa dan hiduplah rukun bersamanya

wejangnya.

Tidak eyang, perang tak akan berhenti dan sejengkal tanah pun takkan kuserahkan. Aku yakin kemenangan akan berada di pihak kami

sergahnya tegas. Begitulah keesokan harinya perang pun dimulai lagi. Kali ini Pandawa terus memperoleh kemenangan karena Bisma yang menjadi andalannya telah tiada.

Source tokohpewayanganjawa.blogspot.com tokohpewayanganjawa.blogspot.com/2014/06/bisma-gugur.html
Comments
Loading...