Lakon Pewayangan : Dewa Ruci, Pandawa Kurawa

0 226

Cerita ini terjadi saat Pandawa dan Kurawa sedang menimba ilmu pada Resi Durna atau Kumbayana. Kurawa yang amat menyadari bahwa tahta kerajaan Astina yang saat itu diduduki ayah mereka, Destarastra, adalah sekadar titipan dari ayah Pandawa, Pandu Dewanata yang mati muda. Jika nanti Pandawa telah dewasa, tahta itu harus dikembalikan kepada mereka. Para saudara Kurawa yang berjumlah seratus itu, mulai cemas dan berusaha keras untuk melenyapkan Pandawa.

Sebenarnya para Kurawa tidak memiliki kemampuan untuk menyusun strategi bagaimana harus melenyapkan para Pandawa. Tetapi mereka memiliki bantuan pemikir yaitu Harya Sangkuni, atau Arya Suman, adik ibunya Gendari, yang diangkat jadi Patih kerajaan Astina . Sengkuni berhasil membujuk resi Durna untuk membantu rencana Kurawa tersebut. Sasaran utamanya adalah Pandawa si nomer 2, Raden Werkudara alias Arya Bimasena dan si nomer 3 Raden Janaka alias Harjuna, 2 orang Pandhawa yang kesaktiannya luar biasa.

Dan sasaran utamanya adalah Bimasena. Setelah menyelesaikan sesi latihan ragawinya, Bima diutus Resi Durna untuk mencari “Tirta Prawitasari”, air kehidupan, guna menyucikan batinnya demi kesempurnaan hidupnya. Benda itu, harus dicari di hutan Tibaksara di gunung Reksamuka. Ketika menghadap ibunya, Dewi Kunthi, saudara-saudaranya yang lain mengingatkan bahwa mungkin ini hanya jebakan Sangkuni  Karena hutan itu sudah terkenal sebagai

alas gung liwang liwung, sato mara, sato mati

Source blog.hadisukirno.co.id blog.hadisukirno.co.id/dewa-ruci
Comments
Loading...