Lakon Pewayangan : Dewaruci (Kisah Dewa Ruci)

0 357

Teringat akan sebuah “lakon” dalam Wayang yang mengisahkan tentang hal ini. Kisah Dewa RuciSeperti diketahui, wayang yang berkembang 5-6 abad yang lalu di wilayah yang kita sebut Nusantara ini, mengadaptasi cerita Ramayana dan Mahabharata dari India, dan mengolahnya, mengimprovisasi dan menambah di sana sini agar sesuai dengan kondisi kita. Selain berfungsi sebagai hiburan, lakon wayang juga membawa serta pesan, pitutur dan petuah dari leluhur untuk menjalani hidup benar.

Pesan ini biasa dititipkan dalam lakon-lakon sisipan atau yang lazim disebut carangan. Biasanya penyampaiannya amat halus dan tersamar. (Tidak seperti sinetron atau filem kita sekarang, petuah biasanya datang secara verbal, jelas dan kasar). Lakon Dewa Ruci ini adalah lakon carangan dari Mahabharata yang boleh dibilang penting dan “berat”. Seperti lakon lainnya yang kelas “berat”, (Lahirnya Kurawa, Pandhawa Moksha, Kumbakarna Gugur), lakon ini jarang dipentaskan.

Tidak semua dalang mau dan mampu mementaskannya secara sembarangan. Meskipun demikian, dan juga meskipun ceritanya sangat sederhana dan tidak menarik, lakon ini menjadi cerita favorit para orang tua yang bercerita kepada anaknya, Guru kepada muridnya, dan…………aliran kebathinan yang disebut Kejawen. (yang dulu di jaman Soeharto disebut Aliran Kepercayaan itu). Lakon ini menjadi berat, karena cerita di dalamnya mengandung kontemplasi tentang asal dan tujuan hidup manusia (sangkan paraning dumadi)

Source Wayangku Kompasiana
Comments
Loading...