Lakon Pewayangan : Gajah Oya Ruwat, Jadi Manusia

0 198

Kisah ini menceritakan peristiwa Gajah Oya putra mendiang Prabu Sri Mahapunggung yang teruwat menjadi manusia, bernama Raden Oya. Peristiwa peruwatan ini terjadi karena pertarungannya melawan Raden Brahmaneka, putra Prabu Basurata. Kisah dilanjutkan dengan pernikahan Raden Oya dengan Dewi Hoyi dari Kerajaan Malawa, serta Raden Brahmaneka dengan Batari Indradi, seorang bidadari. Raden Brahmaneka kemudian menjadi raja Wirata yang baru, bergelar Prabu Basupati.

Prabu Basurata mengusir raden Brahmaneka dari istana. Prabu Basurata di Kerajaan Wirata dihadap pangeran mahkota Raden Brahmaneka, Patih Sunggata, Resi Wisama, beserta para punggawa. Mereka sedang membicarakan kehamilan kedua sang permaisuri Dewi Brahmaniyuta yang saat ini sudah memasuki usia kandungan sembilan bulan. Hal ini sesuai dengan ramalan Begawan Rukmawati di Gunung Mahendra dulu, bahwa Dewi Brahmaniyuta setelah memakan kue Payasa Jamurdipa dari Tanah Hindustan akan mengandung sebanyak dua kali, namun jaraknya berjauhan.

Prabu Basurata sendiri merasa usianya sudah tua. Ia ingin turun takhta menjadi pertapa dan menyerahkan takhta Kerajaan Wirata kepada Raden Brahmaneka. Untuk itu, Raden Brahmaneka harus menikah terlebih dulu sebelum dilantik menjadi raja. Raden Brahmaneka pun dipersilakan memilih putri kerajaan mana yang ingin dinikahinya. Akan tetapi, Raden Brahmaneka bersedia menikah asalkan dengan bidadari, sama seperti sepupunya, yaitu Prabu Brahmasatapa di Kerajaan Gilingwesi yang menikah dengan Batari Widati.

Source albumkisahwayang.blogspot.co.id albumkisahwayang.blogspot.co.id/2015/01/gajah-oya-ruwat.html
Comments
Loading...