Lakon Pewayangan : Gandamana (Mimpi Gandamana)

0 203

Dendam mengandung daya penghancur yang luar biasa. Si penyimpan dendam tidak akan pernah merasakan cara kerjanya dalam proses penghancuran hidup dan kehidupan. Seperti dendam yang ditumbuhkan di hati Durna. Sebagai Maha Guru ia memang suntuk mengajarkan ilmu-ilmunya kepada para murid-muridnya, tetapi tujuan utamanya bukan untuk para murid, melainkan untuk melampiaskan dendamnya kepada Prabu Durpada dan Gandamana.

Sungguh luar biasa, dendam tidak akan pernah berhenti sebelum ‘tuan’nya hancur. Dikarenakan yang menjadi tujuan utama pengajaran di Sokalima adalah pembalasan sakit hati, maka pesan Resi Bisma kepada Durna agar tidak lupa menanamkan rasa saling mencintai, sikap saling menghargai dan rela memberi maaf kepada Kurawa dan Pandhawa menjadi tidak begitu penting. Dendam itu pulahlah yang telah menyeret Pandita Durna untuk memperlakukan murid-muridnya dengan tidak adil, Mban cindhe mban siladan, pilih-kasih. Murid yang satu diemban dengan kain cindhe sedangkan murid yang lain diemban dengan siladan (kulit bambu). Diantara ratusan muridnya, Bimasena dan Harjuna mendapat perlakuan istimewa berlebih.

Salahkan aku, sebagai guru menaruh perhatian khusus kepada murid-murid berprestasi? Dosakah aku, sebagai seorang guru mencintai murid-murid yang patuh berbakti, dan menjunjung tinggi nama sang guru? Jika kalian ingin mendapat perhatian dan rasa cintaku seperti yang aku berikan kepada Bimasena dan Harjuna, berusahalah patuh dan berprestasi seperti mereka

Source kaskus.co.id kaskus.co.id/thread/000000000000000008509235/lakon-kumpulan-cerita-wayang/2
Comments
Loading...