Lakon Pewayangan : Gendari, Cikal Bakal Dendam

0 101

Dikisahkan, Sengkuni muda rela menyerahkan kakaknya—Gendari, kepada Prabu Pandu Dewanata asal sang Prabu berkenan memberikan Dewi Kunti kepadanya. Namun bukannya menerima persembahan Sengkuni, penguasa Hastinapura itu malah menghadiahkan Gendari kepada Destarastra, kakak tertuanya yang tuna netra. Tentu saja perlakuan Raja Hastinapura itu membangkitkan kebencian tak terhingga pada dua hati sekaligus—kakak beradik, Gendari dan Sengkuni.

Mulai saat itu mereka mengikrarkan diri untuk selalu memusuhi, tak akan memberi kesempatan—sedetik pun kepada Prabu Pandu Dewanata mengenyam kebahagiaan bersama keluarga, sanak kerabat dan keturunannya. Meski akhirnya bersedia dinikahi oleh Destarastra, Gendari tetap menyimpan baik-baik dendam kesumat di dalam hatinya. Ia bertekad, kelak akan mewariskan dendam itu kepada putra-putranya. Suatu senja di musim dingin, Gendari mengelus perlahan perut buncitnya.

Ya, saat itu ia memang tengah mbobot. Mengandung anak Destarastra. Tapi ada yang tak lazim dari usia kandungannya. Jika pada umumnya perempuan mengandung bayinya selama sembilan bulan sepuluh hari, tidak demikian dengan Gendari. Kehamilannya telah memasuki hari ke-1000. Namun jabang bayi yang dinanti-nantikannya tak kunjung lahir. Tentu saja perasaan Gendari tak bisa digambarkan. Campur aduk  antara sedih, kecewa, takut, was-was.

Source kompasiana.com kompasiana.com/elfat67/5aca09d3ab12ae0364244b62/dongeng-wayang-gendari-cikal-bakal-dendam-kurawa
Comments
Loading...