Lakon Pewayangan : Gerhana, Penyebab Gerhana

0 254
Bagi kalangan etnis Jawa, gerhana matahari terjadi lantaran matahari dimakan oleh Sang Rahu. Saat terjadi gerhana matahari, masyarakat memukul keuntungan, memukul-mukul lesung, lalu anak-anak ngumpet di kolong tempat tidur. Bagi warga lain, terutama yang beragama Islam melaksanakan salat kusufusyams, salat gerhana matahari. Alkisah, saat Prabu Adisoka berkuasa, para dewa membagi tirta amerta (air kehidupan) dan seketika menjadi sangat sakti serta abadi.
Namun, ada sesosok raksasa bernama Rahu ingin mencuri Air Keabadian milik para dewa agar bisa hidup abadi. Ia kemudian menyamar menyerupai seorang dewa untuk melakukan niatnya. Kejadian itu terlihat oleh Batara Surya (Matahari) dan Batara Candra (Bulan). Kedua dewa ini melapor kepada Batara Wisnu agar menghukum Rahu. Saat air baru sampai di kerongkongan Rahu, tetiba…blas! Leher Sang Rahu terputus kena senjata cakra milik Batara Wisnu.
Air itu tak sampai ke badannya. Kepala dan tubuhnya terpisah. Namun karena ia sudah hampir meminum Air Keabadian, kepalanya tidak mati, hanya badannya saja. Rahu sangat dendam terhadap Surya dan Candra. Ia kemudian selalu mengejar Batara Surya (Matahari) dan Batara Candra (Bulan), dua dewa yang melaporkannya kepada Wisnu. lalu memakannya. Namun karena ia tidak punya tubuh, setelah dimakan maka Surya dan Candra akan keluar lagi. Begitu seterusnya. Inilah penyebab adanya gerhana matahari bulan.
Source Wayangku Wayang Heritage
Comments
Loading...