Lakon Pewayangan : Gojalisuta, Perang Ayah Anak

0 157

Lakon pewayangan Gojalisuta adalah perang ayah anak. Certanya suasana sangat suram. Seperti matahari tertutup mendung. Seolah sangat sunyi tak ada sama sekali suara makhluk berkutik. Suasana inilah yang menjadi perbawa di negeri Trajutisna dan Suroteleng. Saat itu raja Trajutisna prabu Sitidja alias Boma Narakasura merasa sangat sedih dan kecewa. Karena istrinya Dewi Hagnyawanawati atau dewi Mustikawati tak mau melayaninya sebagai suami. Malah sang istri mabok kepayang dengan saudaranya sendiri yaitu raden Samba Wisnubrata.

Suasana sangat suram menyelimuti paseban agung. Sang raja prabu Sitidja cuma diam saja. Sedangkan Prabu Supala, patih Pancadnyana, Ditya Maudara, Ditya Ancak Ogra, Ditya Yayahgriwa, Ditya Sinundha cuma bisa ikutan diam sambil memandang kosong.

Paman Supala saya mengadakan pertemuan ini sengaja ingin membahas masalah raden Samba dan dhiajeng Hagnyanawati. Dua orang itu sudah bener bener kasmaran sampe dhiajeng Hagnyanawati dibawa pulang ke Dwarawati. Maksud saya daripada didengar orang luar, mending adik saya Samba saya nikahkan dengan istri saya dhiajeng Hagnyanawati. Lalu saya dudukan di kerajaan Trajutisna dengan baik baik

“Sebentar kanjeng prabu, bukankah kelakuan adik baginda samba itu berarti telah berani melakukan tindakan mesum dan berkhianat kepada sang prabu? Berani mengambil istri paduka sebagai pacarnya? Bukankah itu sama dengan berani menginjak injak kepala sang prabu sendiri”

Source Wayangku Wayang Heritage
Comments
Loading...