Lakon Pewayangan : Indonesia dan Lakon Wayang

0 49

Indonesia dan wayang, sepanjang adanya selalu saling memberi arti, dua entitas yang saling menguatkan. Seni bertutur ini diakui menjadi media penyampai pesan (bisa juga paham, ajaran) yang efektif, menjadi pilihan cara komunikasi terutama ketika media konvensional lain tak lagi mampu. Penyebaran agama Hindu pernah menggunakan media penyampai ini melalui dua epos besarnya, Ramayana dan Mahabharata. Dalam penyebaran Islam, berkembang wayang Sadat sebagai sarana memperkenalkan nilai-nilainya.

Pastor Timotheus L. Wignyosubroto, SJ – seorang misionaris Katolik – mengembangkan wayang wahyu yang sumber ceritanya banyak diambil dari Alkitab. Wayang, kosakata yang lebih sering diartikan sebagai bayangan atau bayang-bayang, secara pesat berkembang di Sumatra, terutama Jawa dan Bali. Melalui proses akulturasi yang fleksibel, wayang banyak mengalami pengayaan, semacam modifikasi, lakonnya, tokoh-tokohnya, pakemnya yang dikenal sebagai carangan (gubahan) yang umumnya diambil dari cerita panji. Banyak karakter, lampah – sengaja atau tidak – dalam dunia pewayangan diambil sebagai referensi, panutan, kadang metafora, parodi satir, atau suluh laku keseharian kita. Khasanahnya yang kaya memungkinkan itu.

Source Kompas kompasiana.com/armadanyoman/551c187481331151019de2d6/indonesia-dan-lakon-anakanak-wayang
Comments
Loading...