Lakon Pewayangan : Jabang Tetuko Wayang Wong

0 114

Berkisah tentang kelahiran seorang bayi (Jawa: jabang) di Kerajaan Pringgadani. Pandawa merasa berduka, karena jabang, yg tak lain adalah anak dari Bima (pandawa ke-2) dan Arimbi, mengalami keanehan. Tak bisa diputus ari-arinya. Dengan kuku sakti milik ayahnya sekalipun, yang konon melebihi tajamnya pisau yg paling tajam. Kuku ayahnya hanya meninggalkan goresan di tali pusar milik sang jabang. Apa gerangan yg akan terjadi selanjutnya terhadap si jabang bayi.

Sementara itu. Khayangan geger. Para raksasa marah, karena para dewa tidak mau menyerahkan Dewi Supraba kepada Prabu Kala Pracona (raksasa yg paling tangguh di antara raksasa-raksasa lainnya). Petir batara Indra, kobaran api Brahmana, dan badai angin milik Bayu, tak mempan menembus pertahanan Raksasa sakti tersebut. Takdir berkata lain. Batara guru melihat sosok yg bisa mengalahkan Kala Pracona. Tak lain dan tak bukan adalah si jabang yang lahir dari rahim Arimbi.

Segera, diutus Narada untuk menjemput si Jabang bayi, untuk menjadi ksatria khayangan yg akan mengalahkan Pracona. Semar, yg telah mengetahui hal ini, melakukan negosiasi kepada Bima, ayah sang jabang. Tali pusarnya bisa diputus asal Bima dan Arimbi menyerahkan sang jabang bayi ke khayangan. Bima menyetujuinya.

Source Kompas kompasiana.com/dyah_hanamichi/5500d1f0a33311a1145102f6/jabang-tetuko-pagelaran-wayang-orang
Comments
Loading...