Lakon Pewayangan : Kahyangan, Tempat Tinggal Hyang

0 299

Kahyangan berasal dari bahasa Sanskerta yang diambil dari kata Ka-Hyang-an. Jika kata-kata itu di rangkai, maka ia bermakna “tempat tinggal para Hyang atau leluhur”. Yang dimaksudkan dengan Hyang disini adalah suatu keberadaan spiritual tak kasat mata yang memiliki kekuatan supranatural (bersifat Ilahiah). Sehingga bisa disimpulkan bahwa yang tinggal di Kahyangan adalah makhluk bukan berbadan manusia sebagaimana kita yang masih hidup di muka Bumi ini.

Dan sebagian dari mereka yang hidup disana memang berasal dari Bumi, hanya saja mereka adalah orang-orang pilihan yang sudah pernah meraih pencerahan dalam hidupnya, atau orang-orang bijak yang telah menjalani hidup dengan baik dan selalu mengedepankan kebenaran Ilahi. Ya. Saat ini terjemahan bebas dari Kahyangan adalah tempat para dewa-dewi yang disamakan dengan Surga. Padahal sebelum masuknya agama Hindu dan Buddha, masyarakat Nusantara di pulau Sumatera, Jawa dan Bali, seperti masyarakat Melayu kuno, Sunda, Jawa, dan Bali sudah menganut agama pribumi – di antaranya Kapitayan – berupa “pemujaan” terhadap arwah leluhur.

Mereka menyebut leluhur mereka dengan istilah Hyang dan tempat tinggal mereka di alam gaib sana disebut Kahyangan. Lalu dengan masuknya agama Hindu dan Buddha, maka istilah Swargapun dipakai berdampingan dengan istilah Kahyangan, karena Swarga juga bermakna tempat tinggal para roh yang selama hidupnya berbuat kebaikan di tanah Jawa.

Source Wayangku Wayang Heritage
Comments
Loading...