Lakon Pewayangan : Kalimataya (Zaman Kalimataya)

0 730

Zaman Kalimataya adalah zaman pasca Perang Bharatayuda. Kemenangan Pandhawa atas Kurawa harus dibayar mahal dengan gugurnya hampir seluruh putra-putra Pandhawa. Kekayaan Astina hampir tanpa sisa, penduduknya banyak yang tewas hanya tersisa para janda dan anak yatim. Kalimataya, nama gelar Prabu Yudhistira menjadikan pernah negara Amarta sebagai negara adikuasa dan mengembalikan Astina pada konstelasi harmoni jagad raya. Pada masa pemerintahan Prabu Kalimataya yang relatif singkat,  Astina mengalami jaman keemasan.

Parikesit berwatak jujur dan adil. Sayang Parikesit tidak mewarisi kesaktian ayahnya Abimanyu dan kekeknya Arjuna. Dia juga tidak mewarisi kebijakan Abyasa atau Puntadewa sebagai raja agung. Lungguh klasa gumelar adalah ungkapan yang pas untuk dirinya yang tinggal menikmati kerajaan Astina, tanpa ikut berjuang untuk merebutnya. Parikesit sekedar melanjutkan kemapanan yang diwarisinya, tanpa berbuat sesuatu yang besar. Tidak aneh jika di era Perikesit ini Astina mengalami kemunduran.

Sosok Parikesit adalah prototipe mentalitas kebanyakan orang Indonesia yang cenderung lebih suka melanjutkan keputusan yang pernah dibuat oleh pendahulunya, dibanding mengubah atau meralatnya. Dengan membuat perubahan khawatir jangan-jangan menjadi salah. Mentalitas lebih aman jika tidak mengubah apa-apa inilah yang menyebabkan sebuah periode mengalami kemunduran. Ketika Parikesit baru berumur beberapa hari, secara tidak sengaja ia membunuh Aswatama. Waktu itu, Arjuna menaruh anak panah  Pasopati di ranjang Parikesit.

Source Wayangku Wayang Heritage
Comments
Loading...