Lakon Pewayangan : Kekalahan Prabu Bomantoro

0 50

Dari kekalahan Prabu Bomantoro akhirnya negara Trajutimbang dan negara jajahan seperti Kerajaan Tunggorono di ambil oleh Bambang Sutijo, walaupun kerajaan jajahan tadinya milik Kerajaan Pringgondani. Setalah Bambang Sutijo menjadi Raja, Kerajaan Trajutimbang diganti nama dengan Kerajaan Trajutresno serta namanya di ganti menjadi Boma Narakasuro. Akan tetepi Kerajaan Tunggorono sebagai jajahan, setiap ada perintah dari Prabu Boma tidak pernah melaksanakannya dan menyatakan kudeta ingin kembali memjadi bawahan Kerajaan Pringgondani.

Melihat tindakan makar tersebut Prabu Boma marah besar dan akhirnya Raja dari Tunggorono di kejar hingga sampai di Kerajaan Pringgondani dan akhirnya terjadi perang. Pada peperangan tersebut munculah tokoh dari penasihat Pendawa yang berna Prabu Kresna ingin menyelesaikan pertikaian tesebut. Dari musyawarah antara Prabu Boma, Raden Gatutkoco, Prabu Kresno dan para Panndawa tidak bisa menyelesaiakan serta pihak dari Kerajaan Pringgondani dan Kerajaan Trajutresno tidak ada yang mau mengalah.

Pada mulanya Raden Puntodewo selaku Pandawa memberi solusi, jika salah satu dari pihak yang bertikai mengalah akan diberi separuh dari kekuasaan Ngamarto. Melihat kedua Raja muda yaitu antara Raden Gatutkaca dan Prabu Boma memiliki gengsi serta tidak mau hanya menerima pemberian begitu saja, karena hal tersebut menyangkut harga diri wibawa seorang raja akhirnya tetap pada pendirian awal. Melihat konflik semakin memanas Bima Sena marah.

Source journal2.um.ac.id journal2.um.ac.id/index.php/dart/article/download/2185/1287
Comments
Loading...