Lakon Pewayangan : Kelahiran Arjuna, Gugup Bingung

0 200

Begawan Abiyasa dihadap oleh Pandu, Yamawidura, Patih Kuruncana dan Dewi Kunthi. Kunthi mengajukan permohonan supaya dicarikan Kitiran Seta (Baling-baling Putih) sebagai syarat kelahiran bayi di kandungan. Pandu pun ditugaskan untuk mencarikannya. Pandu segera minta diri untuk mencari Kitiran Seta. Di tengah perjalanan, Pandu bertemu dengan Suratimantra yang kemudian terjadi perkelahian diantara keduanya. Akhirnya Suratimantra melarikan diri dan Pandu melanjutkan perjalannya.

Pandu datang ke Karangdhempel, disambut oleh Semar, Gareng, Petruk dan Bagong. Pandu mengutarakan tujuannya darting ke Karangdhempel yakni untuk mengajak semar dan putera-puteranya mencari Kitiran Seta. Pandu dengan disertai Punakawan kemudian berangkat. Mereka mulai memasuki hutan, namun tiba-tiba seekor harimau datang menghadang mereka. Terjadilah perkelahian antara harimau dengan Pandu. Namun harimau tersebut kemudian musnah dan menjelma menjadi Dewa Kamajaya.

Kamajaya kemudian memberitahu bahwa Kitiran Seta dimiliki Kalapisaca. Di Astina, Begawan Abyasa, Yamawidura, Kunthi, Madrim, Puntadewa dan Bima berkumpul. Mereka menanti kedatangan Pandu. Tak lama, datanglah Petruk membawa Kitiran Seta dan member tahu bahwa raja Pandu sedang mengantar Prabu Basudewa ke Mandura. Kunthi yang sudah hamil tua melahirkan setelah menerima Kitiran Seta. Mereka yang ada di ruangan itu gugup dan bingung, Bima kemudian membawa bayi yang baru lahir itu ke Mandura menyusul ayahnya, Pandu. Begawan Abyasa dan Petruk mengawal dari belakang.

Source blog.hadisukirno.co.id blog.hadisukirno.co.id/kelahiran-arjuna
Comments
Loading...