Lakon Pewayangan : Kini Giliran Basukarno, Amis

0 141

Kini giliran BasukarnoBau amis kabar tewasnya Dursasana seamis darahnya yang mengalir, menerpa menusuk tembok gapura pasanggrahan bulupitu. Jagad dirasakan runtuh oleh Doryudono begitu mendengar khabar tewasnya adinda tersayang, Raden Dursasana. Otot tulangnya terasa dilelesi, Duryudona roboh seketika tidak kuat menahan diri dan emosi, pingsan. Sangkuni hanya bisa mengaduh dan mengeluh

Sabar anak prabu….., ini cobaan dari Yang diatas yang akan memenangkan kita dalam perang tanding ini…

Adipati Karno diam seribu basa. Dalam batin dia sudah merasa hal ini akan terjadi, satu per satu saudara Kurawa akan gugur dan diujungnya nanti Kurawa akan kalah. Hanya karena darma kasatrian dan keteguhan memegang komitmen dan janji sajalah yang membuat adipati Karno mendukung Kurawa, meskipun dia tahu mereka akan binasa. Tapi bagi Karno, hidup tidak hanya di dunia saja. Darma bakti sebagai satria lebih dari sekedar kemenangan dan kesenangan duniawi.

Prabu Salya, mungkin dalam hatinya tersenyum kecut. Kematian Dursasana tidak berarti apa – apa buatnya. Dia membantu Kurawa hanya karena mereka adalah menantunya. Dirasa tidak sepenuh hati dan tulus sokongan dan bantuan yang diberikannya. Kalau tidak karena Dewi Banowati putri kesayangannya, mustahil rasanya Sang Raja ada di sini menemani Kurawa. Bahkan, kemungkinan dendam dan rasa syukur sedikit membuncah di dadanya demi dilihatnya jasad terkoyak.

Source Wayangku Wayang Indonesia
Comments
Loading...