Lakon Pewayangan : Kisah Boma, Wayang Koplak

0 35

Di kerajaan Dwarawati, Raja Dwarawati,  Sri Kresna sedang menyelenggarakan sidang di balairung istana. Sri Kresna didampingi oleh isteri-isteri (resminya), Dewi Jembawati, Dewi Rukmini dan Dewi Setyaboma. Dibelakang para isteri ini duduk manis para emban pengiring,…..cantik-cantik semua deh! Sumprit! Dihadapan Prabu Kresna sudah lengkap duduk para nayaka praja. Patih Setyaki, yang berbadan kecil tapi sakti (yang sering dijuluki Bima Bajang-Bima Kecil), panglima perang kerajaan, bersama Patih Udawa yang biasanya mengurusi kesejahteraan rakyat, serta para punggawa lain yang biasanya jadi figuran (yang honornya pas-pasan).

“Rayi Setyaki! (rayi=adik). Bagaimana laporan terkini tentang kondisi keamanan Negara?”

“Ampat anem nDan!. Semua Timor Kupang Ambon”

“Ssssst, Mas Setyaki! Ampat Anem itu sudah ada yang punya, dilempar gilingan nanti! Yang benar Lapan Anem,  gitu….”

Source Kompas kompasiana.com/jayakardi/550b98b6a33311081c2e3930/kisah-boma-1-wayang-koplak-dan-bambang-sitija#
Comments
Loading...