Lakon Pewayangan : Kisah Sebelum Gandamana Mati

0 260

Gandamana masuk ke dalam luweng. Dengan cepat Trigantalpati dan anak buahnya menimbun Gandamana. Gandamana dikubur hidup-hidup di tengan medan perang Pamukswa.

Gandamana hilang!
Gandamana mbalela!
Gandamana ditawan musuh!
Gandamana mati!

Kabar kegagalan Gandamana sengaja di tiupkan oleh Trigantalpati. Prabu Pandu terbakar hatinya mendapat kabar buruk yang menimpa patihnya yang amat dikasihi. Maka kemudian dikerahkannya seluruh kekuatan yang masih ada untuk menggempur Pringgandani. Pada puncak perang Pamukswa, Prabu Tremboko gugur di tangan Prabu Pandu. Pringgandani menyerah. Dengan leluasa Prabu Pandu memasuki rumah-rumah tahanan dan bilik-bilik tawanan. Namun tidak menemukan Gandamana.

Pandu bersedih. Dimanakah Gandamana? Sepekan duapekan, sebulan dua bulan didengar tidak ada kabar beritanya, dicari tidak ketemu, ditunggu tidak datang jua. Dengan pertimbangan untuk menata secepatnya negara yang berantakan karena perang, berapa usulan dilontarkan agar Prabu Pandudewanata segera mengangkat patih baru menggantikan Gandamana. Entah bagaimana prosesnya, siapa yang mengusulkannya dan siapa pula yang menjadi otaknya, sehingga Prabu Pandudewanata mengangkat Raden Trigantalpati menjadi Patih Hastinapura yang baru.

Perang telah usai. Yang menang dan yang kalah tidak mendapatkan apa-apa selain kerusakan dan kematian. Perang besar yang disebut dengan perang Pamukswa itu menyisakan puing-puing negri dan puing-puing hati. Hati yang diiris, hati yang digores, hati yang dipecah berkeping-keping karena kehilangan orang-orang yang amat dicintai.

Source kaskus.co.id kaskus.co.id/thread/000000000000000008509235/lakon-kumpulan-cerita-wayang/25
Comments
Loading...