Lakon Pewayangan : Kisah Wahyu Tirta Manik Mahadi

0 452

Para Pandawa meninggalkan Amarta, Abimanyu diserahi memegang pemerintahan. Patih Sangkuni mengambil kesempatan baik mengusulkan agar Suyudana menyuruh prajurit Astina untuk menguasai Amarta. Raja Suyudana setuju, tetapi Basukarna tidak menyetujuinya. Brahmana Kestu datang di Astina akan membantu rencana penyerangan negara Amarta. Basukarna panas hatinya. Brahmana Kestu ditarik dibawa ke alun-alun dan dihajarnya. Brahmana Kestu mengambil pusaka Manik maninten dipukulkan kepada Basukarna.

Basukarna menjadi arca. Arca dibuang, jatuh di Amarta. Prajurit Kurawa bersama Brahmana Kestu menyerang negara Amarta. Patih Sengkuni bisa menemui para putra Pandawa (Abimanyu, Gatotkaca, Antareja, Wisanggeni, Prabakusuma). Sengkuni dengan gaya marah para Pandawa diminta menyerah dan akan dipenjara di Astina. Gatotkaca melawan, Sengkuni mundur ketakutan. Kartamarma melawan Gatotkaca, terjadilah perang hebat. Brahmana Kestu tampil ke depan.

Abimanyu, Gatotkaca, Antareja, Prabakusuma dan Irawan berubah menjadi arca karena kesaktian pusaka manik Maninten. Wisanggeni bisa meloloskan diri, lari ke hutan. Negara Amarta dikuasai Kartamarma dan dibantu Brahmana Kestu. Wisanggeni tiba di Gua Windu bekas kerajaan Wisakarma. Di gua itu terdapat pakaian Hyang Guru. Pakaian disembah lalu dibawa pergi, di hutan berjumpa Arjuna di hutan. Arjuna menjawab, bahwa sedang mencari wahyu. Wisanggeni menyarankan agar Arjuna mau mengenakan pakaian Sang Hyang Guru yang dibawanya. Arjuna menurut anjuran Wisanggeni. Arjuna menyembah, lalu mengenakan pakaian Guru.

Source Wayangku Blogku Super Wow
Comments
Loading...