Lakon Pewayangan : Kisah Wayang dan Soeharto

0 48

Soeharto adalah seorang presiden yang Jawa dan njawani serta berusaha teguh memegang prinsip-prinsip filosofi Jawa. Beliau berupaya memposisikan dirinya seperti tokoh Semar dalam pewayangan, seorang tokoh kawula (batur atau pembantu) namun berkualitas laksana dewa. Sebagai layaknya tokoh Semar, beliau berkeinginan menjadikan dirinya seperti Manusia setengah dewa, yang artinya adalah sabda pandita ratu, segala titah dan ucapannya harus menjadi hukum atau undang-undang negara.

Dan untuk lebih mencitrakan dirinya seperti tokoh Semar, maka lakon wayang Semar Mbangun Kahyangan menjadi cerita wayang yang laris manis di era Orde Baru. Hampir tiap minggu dilayar kaca televisi ditayangkan tentang cerita tersebut, bahkan tak jarang cerita Semar Mbangun Kahyangan inipun digelar di Istana Negara. Beliau mengibaratkan dirinya sebagai Semar yang sedang membangun Negeri (Indonesia) sehingga menjadi seperti Kahyangan.

Maka gelar bapak pembangunan dengan gencarnya di promosikan keseluruh pelosok negara melalui media public seperti televisi, radio maupun koran. Namun sayangnya Negeri Kahyangan seperti yang dicita-citakan oleh Soeharto tersebut hanyalah sebuah Khayalan alias mimpi kosong belaka. Bukan kemakmuran yang diperoleh melainkan kebangkrutan disertai hutang luar negeri yang bertumpuk-tumpuk untuk selanjutnya menjadi warisan bagi generasi berikutnya.

Source Kompas kompasiana.com/rudisetiawan1976/55004b4da333112370510785/kisah-wayang-dan-kisah-para-presiden-indonesia#
Comments
Loading...