Lakon Pewayangan : Kutu-kutu di Kepala Burisrawa

0 111

Dalam dunia pewayangan Burisrawa digambarkan sebagai sosok setengah manusia setengah raksasa. Posturnya gempal. Berambut gimbal. Ia anak keempat Prabu Salya dari Kerajaan Mandaraka. Dewi Banowati adalah salah satu kakak perempuannya. Selain jorok dan dekil, Burisrawa dikenal sebagai pemuda berandalan yang tidak memiliki unggah-ungguh. Bicaranya kasar dan tawanya melengking memekakkan telinga. Gadis-gadis tentu saja ogah berdekatan dengannya.

Suatu ketika, selayaknya seorang pemuda, Burisrawa juga mengalami jatuh cinta. Dan perempuan yang telah mencuri hatinya itu adalah Dewi Sumbadra, istri Arjuna. Kecantikan Rara Ireng—demikian nama kecil Dewi Sumbadra membuat Burisrawa gelisah. Hari-harinya dipenuhi mimpi dan khayalan tentang perempuan yang sudah bersuami itu. Rasa cinta yang menggebu membuat Burisrawa nekat menemui sang dewi yang sore itu sedang lelenggan di bangku taman sari kaputren. Dewi Sumbadra tidak menyadari ada sepasang mata yang tak henti mengawasinya. Sepasang mata lebar menakutkan dan agak juling.

Dewi Sumbadra baru saja rengeng-rengeng melantunkan tembang untuk menghilangkan rasa kangen terhadap suaminya yang tengah bertugas ke luar kerajaan, mendadak dikejutkan oleh sosok tinggi besar di hadapannya. Sosok itu tertawa keras, melengking. Kedua tangannya terbuka lebar seolah hendak memeluknya. Seketika Dewi Sumbadra berdiri, mundur beberapa langkah dengan wajah pucat pasi.

Source kompasiana.com kompasiana.com/elfat67/5ab9826eab12ae79471a7ea4/dongeng-wayang-kutu-kutu-di-kepala-burisrawa
Comments
Loading...