Lakon Pewayangan : Lahirnya Rahwana, Gumpalan

0 113

Penuh rasa penyesalan, Wisrawa dan Sukesi pergi dari Lokapala kembali ke negeri Alengka. Saat itu, Dewi Sukesi sudah dalam keadaan mengandung. Tubuhnya mulai kehilangan tenaga untuk melanjutkan perjalanan ke negeri Alengka, apalagi perjalanan memakan waktu yang cukup lama. Setelah beberapa bulan menjalani perjalanan yang sangat melelahkan, usia kandungan Dewi Sukesi sudah mencapai waktunya untuk melahirkan. Di tengah hutan belantara, Dewi Sukesi terpaksa harus melahirkan bayinya saat itu juga.

Lahirlah jabang bayi namun betapa kagetnya Begawan Wisrawa dan sang istri. Jabang bayi yang dilahirkan Dewi Sukesi bukan berwujud bayi pada umumnya, melainkan berupa gumpalan daging, darah dan kuku. Gumpalan daging tersebut berubah menjadi seorang bayu yang berwujud raksasa, seorang bayi laki-laki raksasa sebesar bukit dan satu orang bayi perempuan yang tubuhnya seperti bidadari namun wajahnya berwujud reksasi. Sepasang suami istri itu tidak bisa berbuat apa-apa, selain berserah diri dan menerima kehendak Yang Maha Kuasa.

Ketiga bayi tersebut kemudian masing-masing diberi nama Rahwana, Kumbakarna dan Sarpakenaka. Ketiga bayi tersebut kemudian mereka bawa kembali ke Alengka. Setibanya di Alengka, Prabu Sumali menyambut dan menerima mereka dengan penuh rasa iba. Rahwana dan Sarpakenaka tumbuh menjadi raksasa dan raksesi yag penuh nafsu jahat, beringas dan angkara. Rahwana tampak makin perkasa dan menonjol dibanding kedua adiknya

Source blog.hadisukirno.co.id blog.hadisukirno.co.id/lahirnya-rahwana
Comments
Loading...