Lakon Pewayangan : Lakon Ereng-ereng Gunung Katu

0 134

Lakon Ereng-ereng Gunung Katu, dalam rangka menyambut tahun baru 2017, masih terpampang di pertigaan jalan Desa Gondowangi, Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Baliho yang mulai pudar itu seolah menjadi penanda bahwa wayang berumur ratusan tahun itu akan kembali hadir bahkan berjaya. Jumat (3/3) siang, terik matahari menerpa lereng timur Gunung Kawi. Di salah satu halaman rumah warga, di Dusun Wiloso, Gondowangi, Mbah Saniyem (90) tertatih mengorek jemuran gabah hasil panen dari lahan miliknya sendiri.

Dia masih bertani meski beberapa bulan terakhir rumah yang berada di seberang SD Gondowangi II itu menjadi Sanggar Wayang Krucil. Dengan raut semringah, Mbah Saniyem yang merupakan generasi kedelapan pemilik wayang krucil mempersilakan kami, tamunya, untuk masuk. Meski banyak fragmen cerita tak lagi diingatnya, ia mencoba menjawab setiap pertanyaan mengenai karya seni yang telah diwariskan turun-temurun oleh keluarganya itu.

Mbah Saniyem, yang kebetulan tidak enak badan, juga tidak keberatan menunjukkan wayang berbahan kayu yang tersimpan rapi dalam peti di ruang keluarga. Demi wayang, ia bersedia meluang waktu. Ternyata, di dalam peti itu ada sekitar 75 tokoh wayang, termasuk gunungan yang terbuat dari bulu burung.

Biasanya ada latihan karawitan di sini. Pesertanya warga sekitar. Yang ngajar menantu saya, Kartono. Namun beberapa minggu ini kegiatannya libur karena hujan

ujarnya. Ia kemudian menunjuk.

Source Kompas kompas.id/baca/nusantara/2017/03/11/semangat-baru-pelestarian-wayang-krucil-di-lereng-gunung-katu
Comments
Loading...