Lakon Pewayangan : Lakon Semar Mejang Khayangan

0 56

Dalam dunia pewayangan makna Memayu Hayuning Bawana terlihat dengan jelas pada lakon “Semar Mejang khayangan.” Suatu saat Semar atau Sang Jiwa Minulya melalui sasmita gaibnya terusik batinnya oleh keadaan dunia yang akan mengalami kerusakan akibat perilaku sebagian manusia. Namun betapa masygulnya hati Semar ketika ia tahu bahwa di atas khayangan pun keadaan tidak juga berbeda.

Golongan Dewa yang semestinya menjadi tauladan para titah, ternyata keadaannya juga menyedihkan

Tegur Ismaya kepada Bethara Guru.

“Maafkan adikmu ini kakang Ismaya,”

“Kau tidak seharusnya minta ma’af kepadaku Guru. Mintalah ma’af dan petunjuk kepada Rama Pukulun,”

“tapi begini Guru ya, selama anak-anakmu kau biarkan berbuat sewenang-wenang di khayangan ini ataupun di madyapadha, maka keadaan ini selamanya tidak akan bisa berubah baik. Apa yang telah diamanatkan Rama Pukulun tentu tak akan bisa tercapai.”

Source kompasiana.com kompasiana.com/rusrusman522/5c3b590b6ddcae35005234e2/semar-mejang-khayangan
Comments
Loading...