Lakon Pewayangan : Lakukan Dramatisasi Adegan

0 92

Dramatisasi adegan yang dilakukan dalang berorientasi pada konsep nuksma dan mungguh. Indikasi dari tercapainya nuksma dan mungguh dalam dramatisasi adegan adalah adanya pola keterjalinan. Ada kausalitas. Keterjalinan linear terjadi apabila dalang merangkai adegan-adegan satu dengan adegan berikutnya setara karena merupakan satu rangkaian persoalan. Hal ini berbeda dengan keterjalinan kausalitas, yaitu pola jalinan antara adegan satu dengan adegan lainnya merupakan penyebab dari adegan berikutnya.

Mengenai keterjalinan adegan, dalang harus memahami sifat adegan, baik adegan linear ataupun kausalitas. Secara umum, pola linear dan kausalitas memiliki pengertian serupa dengan kualitas alur dramatik, yaitu alur erat dan longgar, kendo-kenceng. Alur erat atau ketat merupakan peristiwa.

Source journal.unnes.ac.id journal.unnes.ac.id/nju/index.php/harmonia/article/download/2220/2282
Comments
Loading...