Lakon Pewayangan : Main Bola Ala Koruptor dalam Wayang

0 271

Warna warni umbul-umbul mewarnai langit di atas Gemporium Stadium Astina. Sore itu, di stadion besar tersebut, sedang dilangsungkan big match, pertandingan maha dahsyat, game of the year, antara Kurawa Dream Team versus Ngalengka Best Team. Ribuan bonek Ngalengka terlihat wira-wiri di stadion mencari celah gratisan. Ratusan spanduk dibeber oleh para suporter sebagai bentuk dukungan kepada yang bertanding. Il Capitano Duryudana, aku dibelakangmu!!! Begitu bunyi salah satu spanduk. Rahwana, I Love You, spanduk yang lain tak mau kalah bersaing. Melihat jajaran spanduk warna-warni itu, hati para pemain kian mongkog. Irung mereka tambah mekrok.

Kami punya trik khusus. Kalau perlu, maen srimpung

kata Sengkuni, dedengkot tim Kurawa saat jumpa pers. Rahwana tak mau kalah.

Dengan kekuatan Dasamuka plus Kumbakarna dibawah mistar, we are the best

katanya. Perang analisis di media massa pun terjadi. Alengka siap turunkan Kumbakarna dan Rahwana dengan Dasamuka-nya. Begitu bunyi headline Ngastina Pos. Tiket Gemporium Stadium ludes terjual. Suporter kedua kubu tampak mbleber di pinggir lapangan. Di tengah lapangan, terlihat Kresna, wasit yang sudah punya lisensi internasional, melemparkan mata uang. Sengkuni dan Rahwana terlihat saling sepakat dan berjabat tangan.

Source Scribd scribd.com/doc/31836232/Wayang-Suket
Comments
Loading...